My Thoughts on the Lady Gaga Saga (in Indonesian, taken from Omar’s Fans Club on Facebook lol)
Kalo menurut gue, di-cancel nya konser Lady Gaga itu ga adil. Karna masih banyak konser-konser dangdut di kampung-kampung yang masih jauh lebih parah dan lebih mengumbar aurat dibanding Lady Gaga yang masih ada elemen musik dan seni nya.
Lalu, hal yang paling tidak etis adalah ketika Menteri Agama kita mengatakan kalau Lady Gaga adalah ‘penyembah setan’. Mana bukti nya? Harus nya seorang menteri adalah orang yang berpendidikan yang tidak sembarangan me-label orang lain tanpa ada bukti yang kuat.
Kegagalan konser Lady Gaga akan memberi akibat buruk bagi industri konser Indonesia karna otomatis artis-artis lain dari luar negeri akan mikir berkali-kali untuk menggelar konser mereka di Indonesia. Alhasil, image Indonesia pun jadi rusak.
Perlu diketahui kalau FPI lah yang mengancam akan ‘membuat kekacauan di seluruh Jakarta’ dan ‘mencoba menyakiti Lady Gaga’ DAN mengancam untuk MEMBAKAR stadio Gelora Bung Karno (kalau seandai nya dia konser). Nah, apakah itu sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku di Indonesia? Itu jelas-jelas adalah ancaman untuk melakukan tindakan kriminil!
Terakhir, apa ga ada masalah lain yang lebih penting dibanding Lady Gaga yang perlu diurusin sama polisi dan pemerintahan Indonesia? Urusin dulu kemiskinan, korupsi, pembunuhan, dan hal-hal lain yang lebih penting dibanding konser Lady Gaga. Kalo masalah agama, ya balik ke diri masing-masing, kalo iman kuat, mau nonton ‘konser setan’ pun juga ga akan tergoyah iman nya. Dan Indonesia BUKAN negara Islam. Indonesia adalah negara kesatuan yang mempunyai beragam budaya dan agama. Menurut gue, dengan gagal nya konser Lady Gaga (yang diakibatkan oleh ormas-ormas tertentu), adalah bukti kalo kebebasan berekspresi di Indonesia sudah mati dan jalan menuju negara yang dikontrol oleh kelompok-kelompok ekstrim seperti FPI sudah semakin melebar.
Prihatin gue.